Archive for April, 2007

ADA KEKUATAN

Monday, April 30th, 2007

Smile

Ada kekuatan di dalam KASIH
dan orang yang mengasihi adalah orang yang kuat
karena ia bisa mengalahkan keinginannya
untuk mementingkan diri sendiri
Wink
Ada kekuatan dalam
SUKACITA
dan orang yang mempunyai sukacita adalah orang yg kuat
karena ia tidak pernah terlarut
dengan tantangan dan cobaan
Cool
Ada kekuatan di dalam
DAMAI SEJAHTERA
dan orang yg penuh damai sejahtera adalah orang yg kuat
karena ia tidak pernah tergoyahkan
dan tidak mudah di ombang ambingkan
Innocent
Ada kekuatan di dalam
KESABARAN
dan orang yg sabar adalah orang yg kuat
karena ia sanggup menanggung segala sesuatu
dan ia tidak pernah merasa di sakiti
Embarassed
Ada kekuatan di dalam KEMURAHAN
karena orang yg murah hati adalah orang yg kuat
karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya
untuk melakukan yg baik bagi sesamanya
Smile
Ada kekuatan di dalam KEBAIKKAN
dan orang yg baik adalah orang yang kuat
karena ia selalu mampu melakukan
yang baik bagi semua orang
Laughing
Ada kekuatan di dalam
KESETIAAN
dan orang yg setia adalah orang yg kuat
karena ia bisa mengalahkan kedagingan
dan tetap kesetiaannya kepada Tuhan dan sesama
Kiss
Ada kekuatan di dalam
KELEMAH LEMBUTAN
karena orang yg lemah lembut adalah orang yang kuat
karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam
Wink
Ada kekuatan didalam
PENGUASAAN DIRI
dan orang yg bisa menguasai diri adalah orang yg kuat
karena ia bisa mengendalikan hawa nafsunya.

 

sumbr dari sebuah milis Tongue out

Second Chance..

Sunday, April 22nd, 2007

Kata ibu dulu aku sangat lucu…menggemaskan, lincah dan gadis yang cantik m..kalo yang cantik he…he..ungkapan itu masih aku dengar dari bibirnya. Aku sadar bahwa aku bukanlah seperti yang dulu lagi. Dan meski secara medis aku mungkin masih bisa tertolong tapi…. jauh didasar hatiku aku mau hidup seperti ini saja, aku tahu banyak sisi yang menarik akan hilang dari hidupku. Akan ada banyak air mata yang menetes.. Y_Y namun aku percaya ada SENYUM dan kebahagian yang tak terukur yang orang lain tidak pernah atau tidak mungkin mereka rasakan. ^_^

Dua puluh lima tahun bukan perjalanan mudah bagiku. Hidup dengan kaki kiri yang cacat bagiku penuh perjuangan. Rasa rendah diri yang selalu mendera dan bagaikan naik turun gunung mengalahakan perasaan ini. Aku juga tahu jika aku yakin bisa saja aku sembuh atau dengan operasi… Namun aku menolak semua ini. Ibuku dan bapakku… yang selalu menyalahkan dirinya karena merasa membuatku seperti ini dan menjadikan aku “lain” dari yang lain. Penyesalan mereka membuatku semakin sedih.

Suatu sore kerika aku duduk bersama mereka, aku berkata “Ibu, bapak… apakah bapak dan ibu tahu, bahwa aku sudah berjuang supaya aku bahagia dengan keadaanku? Bagi dunia menjadi orang yang berbeda sepertiku bukanlah hal yang menyenangkan dan aku tahu itu. Tapi jika aku selamat dari sakit ku dan harus hidup dengan kaki kiri yang cacat aku tidak menyesal. Walupun aku
tidak bisa bersepeda…
lari…
main kasti…
dansa…
memakai bebagai model sepatu……
naik..gunung…
atau..
he…he..tak satu pria pun tertarik padaku >_tunggu aku beli HP baru :p)

Ibu…Tuhan juga memberi kemampuan kepada kami untuk memiliki sesuatu yang dunia sulit atau bahkan ga bisa lakukan… kami bisa memnerima keadaan kami dengan penuh rasa Syukur.

Keadan yang paling terburuk dan menyakitkan dari hidup bisa berguna bagi orang lain. Hal itu bisa jadi “cermin cembung di tikungan” supaya orang tahu dan dapat belajar dari kehidupan kita”, Jadi kaca benggala istilah jawanya :) Jika kita melakukan kesalahan mau terbuka sehingga orang dapat belajar dari kesalahan yang kita buat, supaya mereka tidak salah jalan seperti kita. Atau kita telah berhasil mengalahkan kesulitan hidup dengan penuh kemanangan itu juga akan memberi inspirasi orang lain untuk bersemangat dalam mengahdapi hidup ini.

Ibu aku ingin membantu orang melihat dunia ini dengan cara yang berbeda, semangat..
hidup berbagi dengan sesama..
mengampuni masa lalu…
penuh ucapan syukur…
dan Senyum yang tulus …untuk semua orang

Aku hanya ingin bilang aku tidak menyesal dan tidak pernah menyesal hidup dengan kaki kiri seperti ini …..

Shine…

Sunday, April 22nd, 2007

Waktu pertama kali terkena polio, aku masih
bisa berlari dan berjalan tanpa memegangi kaki kiri atau memakai
bantuan tongkat. Namun, karena kaki kiri ini sangat lamban sekali
perkembangannya sedangkan tubuhku terus bertumbuh, sehingga tidak kuat
menopang badanku. Beberapa kali orang tuaku bahkan tetangga memberikan
tongkat untuk alat bantu berjalan tapi aku tidak mau memakainya. Selain
sakit pada pangkal bahu, sering kali teman bahkan keluarga mengejek.
"Awas mak lampir datang!", kata mereka ketika mendengar suara ketokan
tongkatku. Terus terang waktu itu aku masih belum tebal telinga, jadi
aku putuskan untuk tidak memakai walaupun sebenarnya aku butuh.

Suatu hari kakak perempuanku membeli sepatu berhak tinggi. Aku
mencobanya dan kelihatan cocok sekali, sayangnya hanya kaki kanan yang
cocok, kaki kiri yang kecil dan lemah ini tentu saja tidak bisa
memakainya. Sempat terucap dari beberapa orang di sekitarku waktu itu,
"Coba kamu tidak cacat ya, pasti bisa memakainya". Aku hanya bisa mesem
(tersenyum kecil) dan bermimpi … kapan ya aku bisa memakainya?

Ini mimpi masa kecilku yang lain, berkaitan dengan kesukaan. Aku
suka sekali bertamasya, ke pantai atau ke pegunungan. Walaupun aku
berasal dari daerah pegunungan, tapi tetap saja aku suka alam
pegunungan. Sering kali sekolah, kampus, bahkan kampung di mana aku
tinggal mengadakan tamasya ke pantai. Sayangnya aku tidak bisa berjalan
di atas pasir. Pernah juga memaksakan diri untuk menyentuh air laut,
yang aku dapatkan malah kaki kiri berdarah. Aku harus setengah mati
sampai ke tepi pantai yang pasirnya keras, agar tidak terperosok ketika
menginjaknya. "Cukup sekali!", batinku. Aku tidak akan lagi menyentuh
laut kalau pergi ke sana. Akhirnya, aku sering hanya menjadi penjaga
barang teman-teman kalau kami bertamasya ke laut. Aku bermimpi lagi,
kapan aku bisa bermain air laut kalau aku ada kesempatan pergi ke
pantai lagi.

Aku tidak pernah membayangkan sebelumnya, Dia mengijinkan
mimpi-mimpi itu menjadi sebuah kenyataan. Tuhan memang baik. Lewat
seseorang — yang tidak mau disebut namanya, yang memberikan gaji
pertamanya untuk membelikanku sebuah tongkat yang cukup nyaman (tidak
menyakiti pangkal lengan) dan sangat menolongku ketika berjalan. Jika
diceritakan bagaimana aku mendapatkan tongkat tersebut, akan sangat
panjang dan penuh dengan kejutan. Tongkat itu membuatku dapat berjalan
lebih jauh, tanah yang aku injak pun terasa lebih rata.

Pada 28 Desember 2006 yang lalu, pertama kali dalam hidup aku bisa
membeli sepasang sepatu pesta berhak tinggi. Aku sudah sangat ingin
memilikinya waktu itu. Namun, ketika mencobanya dan berjalan tanpa
tongkat, aku terjatuh dan sempat terucap bahwa aku tak mungkin
memakainya, biarlah menjadi pajangan saja. Tapi setelah aku mengambil
tongkat dan berjalan. "Hore! Aku bisa memakainya!". Aku perlihatkan
kepada ibu dan meyakinkan kalau aku benar-benar bisa memakai sepatu hak
tinggi itu, meski aku harus sangat hati-hati ketika memakainya. Mereka
juga senang melihatnya.

Hari-hari penuh kejutan belum juga berakhir. Tahun baru 2007 ini,
aku pergi ke pantai Siung, Gunung Kidul. Bayangkan, aku bisa berjalan
menyusuri pantai sambil bermain air, mengumpulkan kerang, mengambil
rumput laut, dan bergandengan tangan dengan temanku. Hal ini juga
pertama kali dalam hidupku bisa berjalan di tepi pantai dengan nyaman
dan menikmati semua hal yang aku impikan sejak kecil.

Tongkat yang kuceritakan ini aku beri nama Shine, karena tongkat itu
seperti cahaya bintang kecil yang menemani malamku. Ada stiker buluk
bertuliskan "Don’t be Afraid! JUST BELIEVE". Kata-kata itu juga memberi
kekuatan dan semangat buatku. Banyak petualangan baru yang aku lakukan
dan dapatkan bersama Shine. Bersama dia aku juga merasa aman, contohnya
ketika aku harus naik-turun bus. Sering kali kalau kondektur bus
melihatku naik atau turun bus, dia akan bilang kepada sopirnya "Kalem,
kalem, orang sakit atau kalem … anggur — anggur cap Orang Tua alias
orang tua. Walaupun sebenarnya aku tidak suka disebut anggur, yang
penting aku aman, dengan bantuan Shine.

Shine juga mengingatkanku akan penyertaan Bapa di surga. Shine
selalu ada ketika aku membutuhkannya, bahkan ketika aku tidak
memakainya, Shine tetap ada dengan setia di sisi ku. Seperti juga Bapa
yang selalu ada untuk aku, kapan pun dan di mana pun aku berada. Selain
itu, Shine mengajarkanku untuk tidak takut. Karena dia bisa aku gunakan
untuk memukul orang yang kurang ajar sewaktu di terminal (he … he …
maaf, ini contoh kurang baik).Smile

Akhir dari kisah ini, aku ingin menyatakan sekali lagi, betapa Allah
sungguh mengasihi aku, mengasihi kita — anak-anak-Nya. Dengan cara
yang unik Dia memberikan kejutan yang menyenangkan dan terbaik bagiku,
bagi Anda juga tentunya. Penyertaannya pun tiada berkesudahan.
Terpujilah Tuhan sekarang sampai selama-lamanya. Amin.